
Invalid Date
Dilihat 107 kali

Indonesia terdiri dari bermacam suku dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tak terkecuali Desa Rangga Intan yang masyarakatnya masuk bagian suku Dayak Jelai yang memiliki bahasanya sendiri. Dalam kehidupan bermasyarakat, warga rangga intan memiliki banyak peribahasa yang kerap digunakan baik sehari – hari maupun dalam setiap upacara adat. Untuk itu berikut peribahasa – peribahasa yang digunakan dalam kegiatan harian maupun beradat di Desa Rangga Intan.
1. Kupaq’ labang telantang tanggaq’ yang berarti akan membuka kegiatan dalam sebuah acara atau pertemuan untuk kemudian para hadirin yang hadir dipersilahkan duduk kemudian mendengarkan apa yang menjadi agenda kita pada hari ini. Peribahasa ini digunakan saat adanya sebuah acara, kemudian diungkapkan untuk mempersilahkan para tamu untuk duduk dan memulai agenda juga percakapan yang akan dilaksanakan.
2. Mengenjeranihiq Araikuhat Membujuriq Tanjung Bingkok yang berarti dalam menyelesaikan masalah kita tidak dapat melakukannya sendiri karena akan membutuhkan pihak lain untuk membantu kita.
3. Ngumpul Kapal Rampak Rauh yang berarti kita hendak mengundang setiap orang untuk berkumpul dalam satu ruangan saat ada suatu gawai (acara) atau permasalahan.
4. Pakat Bahat Kunci Kubaq’ yang berarti kita harus sepakat terlebih dahulu atau melalui musyawarah untuk mencari masukan, jawaban, solusi dan dukungan dari keluarga dan sanak saudara sebelum kita melaksanakan gawai (kegiatan) supaya ada kontribusi secara sosial kepada pemangku kegiatan tersebut.
5. Lantai Dudukiq’ Tihang Sandariq’ yang berarti mempersilahkan yang hadir untuk duduk, ataupun kepada para hadirin yang masih diluar dapat masuk kemudian acara dapat dibuka dan dimulai.
6. Menajaq’ Tumang Memarang Daun yang berarti kita yang hadir akan melaksanakan Gawai Jadiq Payuq Tuntung Udah (akan melaksanakan kegiatan perkawinan). Tampung Tawar Handaq Ka Dadaq’ Darah Manuk Handak Ka Pipiq’ (Setelah melaksanakan perkawinan yang sudah dilaksanakan secara adat istiadat dan resmi dimata penduduk setempat).
7. Babiq Menyubar Dalam Manuk Mengabar Libar yang berarti kita masih memberi tempo (ruang waktu) untuk mencari kekurangan ongkos atau barang yang diperlukan dalam sebuah gawai untuk pemilik acara mencari semaksimal mungkin.
Masih banyak lagi peribahasa yang tak terhitung dan selalu melengkapi kehidupan masyarakat Desa Rangga Intan. Peribahasa tidak hanya menjadi rangkaian kata yang memiliki arti namun sebagai tuntunan dan tauladan dalam hidup dalam bermasyarakat. Masyarakat Rangga Intan tak hanya menjadikan peribahasa yang ada sebagai pemanis mulut namun juga diperaktekan sehingga tak jarang warga kampung sekitar mengenal Desa Rangga Intan sebagai kampung yang ramah – ramah.
Bagikan:

Desa Rangga Intan
Kecamatan Jelai Hulu
Kabupaten Ketapang
Provinsi Kalimantan Barat
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini